top of page
Logo J Resources.png

JRBM Memperkuat Program Pengembangan Masyarakat Melalui Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan

  • 20 Jul
  • 2 menit membaca

Judul: Menyiapkan Program Kemasyarakatan yang Lebih Sistematis dan TerukurMedia: BMR – Pikiran Rakyat

Tanggal: 18 Juli 2026


PIKIRAN RAKYAT BMR- Memperhatikan dinamika masyarakat yang cepat, PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) memandang perlu dilakukan telaah atas program kemasyarakatannya agar lebih terarah, sistematis, dan terukur. Untuk tujuan itu, dilakukan beberapa diskusi bersama pemerintah dan masyarakat di lingkar tambang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Provinsi Sulawesi Utara dalam bentuk Focused Group Discussion (FGD) untuk mendapat masukan rancangan program pengembangan masyarakat dari pemangku kepentingan lingkar tambang Bakan.


Dalam acara yang berlangsung di dua tempat, yaitu Kotamobagu dan Manado, pada 11, 13, serta 15 Juli lalu, sinkronisasi bukan hanya dengan pembangunan daerah saja, namun juga searah dengan kebijakan ESG (Environment, Social, and Governance) JRBM.


Seperti diketahui, semenjak 2024 JRBM telah berkomitmen untuk memasukkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam produksinya. Selain mengecek ketahanan lima aset penghidupan (manusia, infrastruktur, alam, sosial, dan finansial), diskusi juga mengonfirmasi isu strategis yang didapat di lapangan dan menyelaraskan antara pelaksanaan kebijakan ESG JRBM dengan rencana pembangunan di desa lingkar tambang, kabupaten, serta provinsi. Tentu saja, di ujung diskusi dirumuskan rencana aksi kerja sama berbagai pihak menuju kemandirian masyarakat pascatambang.


Dalam pembukaan acara, Head of External Relation JRBM Dwi Hendrawan Senobroto menyampaikan, “Masukan dari pemangku kepentingan utama sangat diperlukan agar program-program sosial PT JRBM tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat lingkar tambang, dan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.” Acara FGD yang dipandu oleh tim fasilitator dengan latar akademisi dan praktisi pemberdayaan masyarakat ini disambut dengan antusias oleh partisipan. Banyak masukan dan pertanyaan dari partisipan.


Seluruh partisipan aktif terlibat karena FGD menggunakan metode meta plan, yaitu setiap peserta diberi kartu berwarna untuk menuliskan masalah, solusi, dan peran pihak terkait untuk didiskusikan. Dari meja diskusi lahir beragam aspirasi murni yang inovatif, mulai dari pendirian lembaga pelatihan SDM (Sumber Daya Manusia), pembentukan lembaga keuangan desa, hingga strategi penciptaan nilai tambah (value-added) dan pembukaan akses pasar untuk produk unggulan daerah.


Salah satu peserta yang sangat aktif adalah Asisten I Sekretaris Daerah Bolaang Mongondow Selatan Bidang Pemerintahan dan Kesra, Alsyafri U. Kadullah, S.Pd., M.E. Ia mengaku sangat bersemangat mengikuti FGD karena metode yang digunakan fasilitator sangat membantu dalam merumuskan rencana kerja. “Kami berencana mengadopsi cara ini dalam membuat rencana kerja SKPD,” pungkasnya. Dalam diskusi di tingkat provinsi, Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizkani Noor mengungkap sejarah operasi tambang JRBM. Selain itu, ia menjelaskan tujuan dari acara FGD.


“Penyelenggaraan FGD agar rencana program pemberdayaan masyarakat yang dibuat perusahaan selaras dengan aspirasi masyarakat lingkar tambang dan program pemerintah daerah.” Seperti penyelenggaraan FGD sebelumnya, seluruh peserta sangat antusias mengikuti acara ini. Budi Miharjo dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan bahwa metode diskusi kali ini membuka cakrawala berpikir lebih dinamis. “Ilmu kita dirangsang untuk masing-masing SKPD bekerja sama mencari solusi persoalan-persoalan masyarakat. Jadi, dari segi ide dan konsep, kita sebenarnya saat ini sudah semakin menyatu. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan rencana, terpadu, terukur,” ujarnya.



Senada dengan Budi, Thresna Anastasia dari Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara menyatakan pengalamannya. “Biasanya saat ikut FGD itu kita tegang, tapi dalam forum ini saya justru senang,” ungkap Thresna dengan lugas.****

bottom of page